Jenis makanan
ini sangat populer karena bentuknya yang unik yakni bundar dan berwarna coklat
tua serta cara penyajiannya dengan cara ditusuk seperti sate, sehingga sering
dianalogikan dengan bakso tusuk, bahkan anak-anak sering menyebutnya dengan Nyo’nyang Buntu Lamba’. Buntu Lamba Desa Bonto Kecamatan Malua adalah kampong tempat
asal jenis makanan ini yang biasanya kita temukan di pasar. Sawalla
dikategorikan dalam jenis kue-kue atau makanan ringan tetapi dapat
mengenyangkan perut karena berbahan dasar tepung beras ketan, makanya sawalla
ini sering hadir (anak sekolah kapang?)
dalam kegiatan-kegiatan seperti gotong royong, buka bersama bahkan sampai
disajikan dalam Bosara’ si pesta pernikahan.
Pernah
melihatnya atau baru mau lihat ? silahkan coba untuk membuatnya, siapa tahu
bisa menyaingi para Master chef Sawalla
dari Buntu Lamba. (saya kira Master Chef
Juna…)


